Kamis, 16 Februari 2012

Rubrik Kriminal - Polisi Tangkap 396 Pelaku Kriminal dalam 13 Hari

 Hardnews-Jakarta-Rabu 15 Februari 2012- Selama tiga belas hari pelaksanaan Operasi Berantas Jaya, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 386 kasus kriminal, serta menangkap 396 pelaku tindak kriminal.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto dalam rilis hasil oprasi brantas dan gelar barang bukti, di Polda Motro Jaya, Rabu (15/2/2012). Dia mengatakan dalam Operasi Berantas Jaya selain 36 target operasi (to) yang berhasil diungkap, pihaknya juga berhasil mengungkap 350 kasus lainnya.

"Tanggal 4-19 Februari operasi berantas Jaya berhasil mengungkap 386 kasus, TO 36 kasus dan non TO 350 kasus," jelas Rikwanto.

Sementara dari 386 kasus yang diungkap, Polda Metro berhasil menetapkan 396 orang sebagai tersangka. "Yang ditahan 396 orang, TO terungkap 42," ucapnya.

Dijelaskannya, pihaknya masih akan melakukan operasi untuk sepuluh hari ke depan. Dalam rangka mengungkap tindak kejahatan dengan melakukan senjata api. "Kita masih terus lakukan operasi berantas jaya sampai sepuluh hari ke depan," katanya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya melakukan operai gabungan sejak tanggal 4-19 Februari. Operasi gabungan itu terdiri dari, Dit Reskrimum 24 kasus, Restro Jakpus 22 kasus, Restro Jakut 33 kasus, Restro Jakbar 39 kasus, Restro Jaksel 48 kasus, Restro Jaktim 26 kasus, Restro Tangerang Kota 36 kasus, Resta Bekasi Kota 41, Resta Depok 47 kasus, Resta Tangerang 53 kasus, Resta Bekasi 17 kasus.

Rubrik kriminal - Polisi London Razia Geng Kriminal

Hardnews-LONDON-Jumaat,10 Februari 2012– Satu unit kepolisian khusus menangani geng-geng kriminal London, kemarin menggelar ratusan razia dan menahan 158 orang. Operasi itu digelar tepat enam bulan sejak kerusuhan terbesar yang terjadi di ibu kota Inggris.


Ratusan anggota geng itu ditahan dalam 300 operasi razia Polisi Metropolitan di penjuru ibu kota sejak fajar kemarin. ” Mereka yang ditahan dituduh melakukan pemerkosaan, perampokan, suplai narkoba, dan pencucian uang. Sejumlah kokain, heroin, dan uang tunai juga disita,” papar juru bicara kepolisian London, dikutip AFP.

Penahanan dilakukan saat Komisaris Kepolisian Metropolitan Bernard Hogan-Howe mengungkapkan bahwa unit baru kepolisian itu merupakan langkah perubahan dalam mengatasi geng kriminal di London.

Unit khusus berjumlah 1.000 personel itu disebut Komando Pemberantas Geng Kriminal. Unit itu diciptakan untuk memonitor aktivitas geng dan bekerja sama dengan otoritas lokal di London. Unit itu diyakini sebagai yang terbesar di Inggris.

” Sebagai bagian dari operasi melumpuhkan geng kriminal, 144 surat penangkapan telah dilaksanakan di seluruh London, menghasilkan 158 penahanan untuk sejumlah kejahatan,” ungkap pernyataan Badan Kepolisian Metropolitan, dikutip AFP. 

Rubrik Kriminal - Obat Baru Untuk Tekan Angka Kriminalitas Siap Diluncurkan

Softnews-Jakarta-Jumaat 11 Februari 2012- Perusahaan obat bernama Alkermes Pharmaceuticals akan merevolusi sistem hukum penjara dan membantu mengurangi sesaknya sel-sel tahanan. Caranya adalah dengan membuat obat yang menargetkan salah satu penyebab kejahatan, yaitu kecanduan alkohol dan ketergantungan obat.

Alkermes akan meluncurkan Vivitrol, obat suntik suntikan dengan kandungan bahan aktif naltrexone. Naltrexone akan mencegah reseptor sistem saraf yang merespons zat candu seperti heroin dan oksikodon.

Obat ini akan membuat pengkonsumsi narkoba menjadi sulit merasa 'nge-fly' dan membuat pecandu alkohol merasa minuman keras tak lagi menyenangkan. Orang yang menggunakan Vivitrol akan terblokir jalur sarafnya yang berfungsi untuk merasakan sensasi narkoba dan alkohol.

Saat ini, Alkermes telah memulai penelitian awalnya di penjara-penjara untuk mengevaluasi dampak Vivitrol terhadap narapidana. Para peserta penelitiannya adalah narapidana yang beretkad memulai pengobatan di penjara dan mau melanjutkan pengobatan setelah dibebaskan.

Peneliti dari Alkermes berasumsi bahwa kejahatan dan kecanduan bisa dikurangi dengan membiarkan narapidana untuk memutuskan sendiri respons saraf di otaknya yang terangsang oleh narkoba dan alkohol.

"Vivitrol merupakan obat suntik yang diberikan secara bulanan. Jika seseorang bersedia datang ke klinik sebulan sekali, maka orang itu secara substansial dapat menurunkan kesempatan untuk kambuh dari ketergantungan obat atau alkohol," kata psikiater ternama di AS, Dr Keith Ablow.

Dalam penelitian awal ini, Alkermes menyediakan Vivitrol untuk 30 orang pelaku kriminal dengan riwayat ketergantungan obat yang ingin dibantu mengatasi kecanduannya.

Suntikan pertama akan dilakukan dalam satu minggu sebelum narapidana dibebaskan. Alkermes kemudian akan menilai apakah pelaku kriminal kembali memakai narkoba atau tidak untuk melihat peluangnya melakukan tindak kriminal.

"Obat injeksi lain yang disebut Depo-Provera dapat mengurangi dorongan seksual pada pedofil, dan Risperdal-Consta juga dapat mengurangi gejala gangguan mental pada orang psikotik. Maka, Vivitrol bisa menjadi bagian utama pencegahan kejahatan, termasuk kejahatan kekerasan," kata Dr Ablow seperti dilansir FoxNews, Jumat (11/2/2012).

Menurut Dr Ablow, banyak perilaku kriminal mengalami penyakit mental. Hampir 65% dari 2,3 juta tahanan di penjara AS memenuhi kriteria medis penyalahgunaan zat atau kecanduan obat-obatan. Dan narapidana seperti ini hampir dua kali lebih mungkin kembali ke penjara.

Rubrik Ekonomi - Berkat China, Ekonomi Kamboja Mulai Bangkit



Softnews-PHNOM PENH-Rabu 15 Februari 2012- Saat ini ekonomi Kamboja mulai merangkak maju. Di wilayah pebukitan sepanjang jalan antara Phnom Penh dan Sihanoukville, sekitar 200 kilometer, kini berdiri deretan kompleks pabrik. Sebagian besar di antaranya adalah pabrik tekstil milik pengusaha asal Cina. Demikian ulas de Volkskrant, harian pagi yang terbit di Amsterdam seperti dikutip Radio Nederlad, Rabu (15/2/2012).

Bagi penanam modal China, daya tarik utama Kamboja adalah rendahnya tingkat upah.

Ekonomi China memang tumbuh luar biasa. Di pantai timur China, setiap tahun tingkat upah naik antara 10 hingga 20 persen. Dengan demikian pengusaha China mencari lokasi lain dengan tingkat upah yang lebih rendah.

Ini bisa berarti mencari lokasi lain di wilayah pedalaman China. Atau ke negeri lain, seperti misalnya Vietnam, Indonesia, Bangladesh, dan Kamboja. Tingkat upah di Kamboja saat ini, belum mencapai separoh tingkat upah buruh di pantai timur China.

Hubungan Kamboja dengan China sejak dulu memang sangat akrab. Bahkan juga pada masa gelap, saat kekuasaan rezim Khmer Merah pimpinan Pol Pot. China memang menganggap Myanmar, Kamboja, Laos dan Vietnam sebagai halaman belakang dan wilayah yang termasuk dalam pengaruh kekuasaan mereka.

Hanya Vietnam yang tidak menyukai posisi seperti itu. Dan karena itu pula, pada masa lalu, Vietnam mengambil peran penting dalam upaya menggulingkan rezim Pol Pot.

Dengan nilai investasi sebesar delapan miliar dolar, saat ini China merupakan negara penanam modal terbesar di Kamboja. Perdana Menteri Hun Sen mengakui, pertumbuhan ekonomi Kamboja, tujuh persen per tahun, sebagian besar berkat bantuan modal dan teknologi China.

Belum lama ini, perusahaan minyak China telah memulai operasi pengeboran minyak di lepas pantai Kamboja. Pengusaha China juga sedang sibuk membangun lima bendungan pembangkit listrik tenaga air di sungai Mekong.

Sekitar 20 perusahaan China lainnya giat dalam sektor pertambangan seperti misalnya titanium, bauksit dan tembaga. Selanjutnya, tiga perusahaan pangan China setiap tahun siap membeli ratusan ribu ton beras Kamboja. Singkat kata, China ada dan aktif di semua sektor.

Namun, sektor usaha yang paling utama adalah tekstil dan pakaian jadi, dengan tujuan pasar di Eropa serta negara-negara kaya lainnya. Dan pemerintah Kamboja menyambut hangat kedatangan modal dan teknologi China.

Ith Praing, seorang pejabat tinggi di Departemen Industri, Pertambangan dan Energi Kamboja menyatakan, semua investasi dari China bernilai bagus.

De Volkskrant menutup ulasan ini dengan menyorot nasib kaum buruh Kamboja. Saat ini, ketentuan upah minimum yang berlaku di Kamboja masih dipatok pada nilai sekitar 60 dolar per bulan, atau sekitar 550.000 rupiah. Kalangan serikat buruh Kamboja menilai tingkat upah seperti itu sangat tidak manusiawi.

Rubrik Ekonomi - Target Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Dikoreksi

Hardnews-JAKARTA-Rabu15 Februari 2012- "Untuk kondisi kita sekarang ini ada dampak dari krisis global. Wajar memang negara seperti Jepang, India, dan China sudah terlihat penurunan pertumbuhan ekonominya. Maka dari itu dampaknya diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkena," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Indikasi yang memungkinkan Indonesia terkena dampak krisis global, terlihat dari penelitian atau kajian multilateral pada Januari tahun ini. Pada Januari, IMF, World Bank dan ADB mengatakan pertumbuhan ekonomi kita sudah di kisaran 6,1% hingga 6,2%.

Agus mengungkapkan, pemerintah sedang memfinalisasi kajian untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Namun, pemerintah belum bisa mengumumkan koreksi itu karena terikat Undang-undang Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.

"Pertumbuhan ekonomi memang ada koreksi, tetapi tidak terlalu besar, karena kami mempunyai program perbaikan infrastruktur yang masih fokus dan berjalan, belanja pemerintah dan konsumsi. Hal tersebut merupakan kunci mempertahankan pertumbuhan ekonomi nantinya," tegasnya.

Sejauh ini sektor konsumsi domestik di Tanah Air masih berperan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi banyak dipengaruhi investasi sekitar Rp 250 triliun. “Mudah-mudahannya nanti akan lebih tinggi.” 

Rubrik Ekonomi - EKONOMI JEPANG: Anjlok 2,3% Dipicu Turunnya Kinerja Ekspor


Hardnews-TOKYO-12 Februari 2012-Perekonomian Jepang anjlok dari rata-rata 2,3% pada kuartal IV, lebih dari yang diestimasikan para ekonom, menyusul penurunan kinerja ekspor yang belum pulih dari bencana gempa bumi pada tahun lalu.

Kontraksi dibandingkan dengan prediksi yang dibuat turun 1,3%. Kabinet Jepang merevisi pertumbuhan ekonomi 7% dari kuartal sebelumnya.

Laporan hari ini memperlihatkan adanya tekanan pada Bank Sentral Jepang yang dijadwalkan akan rapat hari ini dan besok pagi, terkait upaya untuk mengendorkan kebijakan moneter, sebagai upaya penyelamatan yen, sehingga mengakibatkan kerugian pada sejumlah perusahaan mulai dari Sony Corp, hingga Panasonic Corp.
Pada saat yang sama, akan terjadi peningkatan ekonomi pada kuartal ini karena mulai pulihnya sektor rekonstruksi, dan mulai bekerjanya pabrik suku cadang yang sebelumnya terkena banjir di Thailand, dan pertanda membaiknya ekonomi Amerika Serikat.

“Penurunan itu dikarenakan kinerja ekspor yang menurun akibat perlambatan permintaan ekonomi global, dan dampak dari benjir di Thailand,” ujar Yoshimasa Maruyama, Kepala Ekonom Itochu Corp.

Maruyama menyatakan Bank Sentral Jepang kemungkinan besar akan melonggarkan cadangan agar yen dapat meraih keuntungan , dan menghadapi guncangan ekonomi di luar negeri.

Imbal hasil dari acuan obligasi yang diterbitkan pemerintah Jepang, berjangka wktu 10 tahun, kemungkinan sedikit berubah 0,975%.
Nikkei 225 Stock rata-rata meningkat 0,2% setelah anggota dewan parlemen Yunani menyetujui program penghematan anggaran untuk menyelamatkan paket dana bantuan tahap kedua.

 Menteri Perekonomian Jepang Motohisa Furukawa menyatakan banjir di Thailand dan pelemahan ekonomi global, untuk kontraksi kuartal IV, ditambah dengan perekonomian yang akan terus melambat, maka Jepang tetap mengharapkan adanya peningkatan yang stabil pada kinerja ekspor, dan pemulihan ekonomi global.

Gubernur Bank Sentral Jepang Masaaki Shirakawa menyatakan pada pekan lalu bahwa perekonomian berada dalam kondisi kurang baik karena defalsi dan penguatan mata uang yeng. Mata uang Jepang meningkat pada posisi tertinggi sejak perang dunia, sebesar 75,35 per dolar pada 31 Oktober.
Hal ini membuat daya saing produk asal Jepang berkurang. Produk Jepang diperdagangkan pada tingkat 77,71 pada perdagangan di Tokyo.

Manajemen Panasonic mengumumkan kerugian dua kali lipat melebihi prediksi sebelumnya, mencapai 780 juta yen, akibat banjir Thailand, dan pelemahan permintaan produk televisi plasma.
Sementara itu, Sony menyatakan bahwa terjadi pelebaran prediksi kerugian menjadi 220 miliar yen dari 90 miliar yen yang diprediksikan pada November lalu.

Masayuki Kichikawa dari Merrill Lynch Japan Securities Co., menyatakan pertumbuhan kuartal I/2012 kemungkinan akan meningkat, menyusul telah dilakukan program rekonstruksi pascabencana gempa bumi.

Parlemen Jepang pada minggu lalu telah meloloskan permintaan Perdana Menteri Yoshihiko Noda untuk mendapatkan paket anggaran sebesar US$32 miliar atau 2,5 triliun yen dari bencana alam dan tsunami.
Anggaran tambahan ini merupakan yang keempat kalinya diberikan sejak terjadinya gempa bumi. Pemerintah telah mengalokasikan 300 miliar yen untuk subsidi kendaraan ramah lingkungan, sebagai bagian anggaran ekstra ini.

“Jika penurunan ekspor berhenti sebagai dampak dari banjir di Thailand, secara umum produk domestik bruto akan kembali bertumbuh,” ujar Kichikawa.

International Monetary Fund mengestimasikan bahwa perekonomian Jepang akan bertumbuh 1,7% pada 2012, dibandingkan dengan ekspansi 1,8% untuk Amerika Serikat, dan estimasi 0,5% kontraksi pada kawasan Eropa.

Rubrik Politik - Para Oknum Kader DPD PD Jabar Diduga Lakukan Politik Uang


Hardnews-BANDUNG-12 Februari 2012- Arahan dan perintah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono agar semua kader tidak melakukan tindakan melanggar etika partai, sepertinya dianggap angin lalu bagi beberapa oknum kader Dewan Pimpinan Daerah PD Jabar. Belum genap seminggu arahan itu dilontarkan, para oknum kader DPD PD Jabar diduga melakukan politik uang.
Indikasi itu terungkap dari laporan sejumlah pengurus Partai Anak Cabang (PAC) PD dari Bogor, Garut, dan Ciamis kepada Ketua DPD Jabar Iwan R. Sulandjana dan Ketua Fraksi PD DPRD Jabar Awing Asmawi.
"Mereka (pengurus PAC -red.) membawa sejumlah bukti keterlibatan sejumlah anggota DPRD Jabar, anggota DPRD kabupaten dan kota, pengurus PAC, dan DPC yang terlibat dalam politik uang. Upaya suap dan politik uang ini dilakukan dalam rangka musda, tepatnya tentang pemilihan Ketua DPD PD Jabar. Padahal partai sudah menginstruksikan untuk tidak melakukan gerakan atau langkah apapun soal dukung mendukung dalam musda," kata Iwan Sulandjana, kepada wartawan, Minggu (12/2) siang.
Dalam kesempatan itu, Iwan yang didampingi Awing, membeberkan bukti-bukti dugaan politik uang untuk mendapat dukungan PAC dalam musda. Bukti itu adalah beberapa lembar surat dukungan kepada Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara yang telah disiapkan sebelumnya, sejumlah amplop berisi uang berkop surat nama anggota FPD DPRD Jabar Aceng Roni Sya'bana lengkap dengan alamat kantor DPRD Jabar Jln. Diponegoro Kota Bandung.
"Bukti-bukti ini diserahkan para pengurus PAC di Kabupaten Garut kepada kami pada Jumat malam lalu," kata Iwan.
Sementara itu, Oma Nuryama dari PAC Parigi Kab. Ciamis, menceritakan tentang dugaan politik uang di Ciamis untuk mendukung Irfan Suryanegara. "Kami dikumpulkan pada Jumat jam delapan malam di Hotel Laut Biru. Di sana sudah ada Ketua DPC Ciamis Dedi Sopandi, anggota DPRD Jabar Irwan Koesdradjat, anggota DPRD Kab. Ciamis Yulianti dan Totong, Ketua DPC Banjar Budi, dan anggota DPRD Banjar Asep. Dari 15 DPAC yang hadir, hanya 5 orang yang memberi dukungan kepada Irfan," katanya.
Holidin dari PAC Pamarican Kab. Ciamis menuturkan, dalam pertemuan itu, dia menandatangani sebuah surat dukungan dan diberi satu lembar uang Rp 100.000,00. "Katanya sih itu sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Irwan Koesdradjat di dapilnya sini," ucapnya.
Lebih lanjut Iwan menegaskan, bakal membawa temuan itu ke Badan Kehormatan DPP PD di Jakarta. Pasalnya, dugaan politik uang yang terjadi itu, jelas-jelas melanggar kode etik politik.
Ketika wartawan mencoba mengklarifikasi hal tersebut, hanya Irwan Koesdrajat yang mau menjawab. Irfan dan Aceng yang dihubungi via telepon selulernya, enggan merespon. Kepada wartawan, Irwan membantah semua tudingan tersebut. Namun dia membenarkan jika pada Jumat malam dia, Irfan Suryanagara, beberapa anggota DPRD Ciamis dan Banjar, serta sejumlah ketua PAC dan DPC, berkumpul di Hotel Langit Biru, Pangandaran.