Sempat terjadi saling dorong dan tarik dalam aksi tersebut.
Sekitar pukul 09.30, Bramantyo dengan membonceng andong berjalan dari makam Raja-Raja Mataram Islam, di Kotagede, Kota Yogyakarta menuju ke Markas MMI. Ia melakukan aksinya sendiri. Di Makam Raja-Raja Mataram, Bramantyo sempat bermeditasi sebentar di dalam.
"Sampai di depan Markas MMI saya akan membaca puisi dan banting kendi," ucapnya. Ia mengungkapkan kendi kecil tersebut berisi air keringat dan bunga macan kerah.
Menurutnya, kegiatan itu semacam santet agar orang mulai berani melawan radikalisme agama secara pribadi dan atas nama pribadi.
Aksi ini dilaksanakan karena ia merasa semakin gerah digunakannya agama untuk alat intimidasi, kekerasan, dan tekanan-tekanan politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar