Kamis, 16 Februari 2012

Rubrik Sosial - Elpiji 3 kg Langka Harga Merangkak Naik


Hardnews-Bulukumba-Selasa 14 Februari 2012-Sama halnya dengan sejumlah daerah lain di Sulawesi, seperti Parepare dan Polewali Mandar, kelangkaan elpiji tabung 3 kilogram pun terjadi di Bulukumba.

Akibat kelangkaan itu, sejumlah pengecer gas elpiji 3 kilogram di Bulukumba, Sulawesi Selatan terpaksa menaikkan harga Rp 15.000 menjadi Rp 16.000, bahkan beberapa pengecer menaikkan harga elpiji mereka hingga Rp 18.000. Kenaikan harga ini terbilang lebih rendah jika dibandingkan daerah lain yang telah menembus angka Rp 80 ribu per tabung.

Namun, kenaikan harga gas ini tetap dikeluhkan warga Bulukumba. Menurut Nur, salah satu pengecer, Rabu (15/2/2012) kenaikan harga ditingkat pengecer itu disebabkan para pengecer mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan gas dari agen. Ia mengaku, harga gas elpiji 3 kilogram diprediksikan tidak akan turun lagi, sehingga Nur mematok harga Rp 16.000 per tabung. "Kita ambil dari agen Rp 14.000 dari harga normal Rp 13.000," jelasnya.

Salah satu agen elpiji di Bulukumba, Wahyu yang dihubungi melalui telepon genggamnya membantah jika harga elpiji naik. Namun, dirinya tidak menapik jika beberapa hari ini, gas elpiji khususnya untuk 3 kilogram sempat menghilang di pasaran, pasokan dari Pertamina ke sejumlah depot terlambat datang.

Konon, keterlambatan suplai itu disebabkan, kapal tengker yang membawa elpiji sulit bersandar di pelabuhan Makassar akibat cuaca buruk. Sehingga stok Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kabupaten Bantaeng menjadi kosong.

Selain cuaca buruk, penyebab kelangkaan elpiji itu juga karena semakin banyaknya permintaan tabung gas elpiji 3 kilogram ketimbang gas elpiji 12 kilogram. "Memang terkadang kami sulit mengontrol para pengecer yang menaikkan harga yang terlalu tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak," jelas Wahyu.

Wahyu menganjurkan kepada warga yang merasa keberatan dengan harga elpiji 3 kilogram membeli langsung ke pangkalan resmi.

Kelangkaan maupun naiknya harga dikeluhkan beberapa warga, salah satunya Rahmiati. Rahmiati mengaku, beberapa pengecer telah menaikkan harga elpiji. Ia berharap agar, Pemerintah segera menekan dan menindak para pengecer yang menaikan harga tinggi demi untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak.

"Kalau harga elpiji naik, otomatis kita tidak bisa memasak. Apalagi minyak tanah juga sekarang semakin mahal," ujar Ramniati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar