Kamis, 16 Februari 2012

Rubrik Politik - Para Oknum Kader DPD PD Jabar Diduga Lakukan Politik Uang


Hardnews-BANDUNG-12 Februari 2012- Arahan dan perintah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono agar semua kader tidak melakukan tindakan melanggar etika partai, sepertinya dianggap angin lalu bagi beberapa oknum kader Dewan Pimpinan Daerah PD Jabar. Belum genap seminggu arahan itu dilontarkan, para oknum kader DPD PD Jabar diduga melakukan politik uang.
Indikasi itu terungkap dari laporan sejumlah pengurus Partai Anak Cabang (PAC) PD dari Bogor, Garut, dan Ciamis kepada Ketua DPD Jabar Iwan R. Sulandjana dan Ketua Fraksi PD DPRD Jabar Awing Asmawi.
"Mereka (pengurus PAC -red.) membawa sejumlah bukti keterlibatan sejumlah anggota DPRD Jabar, anggota DPRD kabupaten dan kota, pengurus PAC, dan DPC yang terlibat dalam politik uang. Upaya suap dan politik uang ini dilakukan dalam rangka musda, tepatnya tentang pemilihan Ketua DPD PD Jabar. Padahal partai sudah menginstruksikan untuk tidak melakukan gerakan atau langkah apapun soal dukung mendukung dalam musda," kata Iwan Sulandjana, kepada wartawan, Minggu (12/2) siang.
Dalam kesempatan itu, Iwan yang didampingi Awing, membeberkan bukti-bukti dugaan politik uang untuk mendapat dukungan PAC dalam musda. Bukti itu adalah beberapa lembar surat dukungan kepada Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara yang telah disiapkan sebelumnya, sejumlah amplop berisi uang berkop surat nama anggota FPD DPRD Jabar Aceng Roni Sya'bana lengkap dengan alamat kantor DPRD Jabar Jln. Diponegoro Kota Bandung.
"Bukti-bukti ini diserahkan para pengurus PAC di Kabupaten Garut kepada kami pada Jumat malam lalu," kata Iwan.
Sementara itu, Oma Nuryama dari PAC Parigi Kab. Ciamis, menceritakan tentang dugaan politik uang di Ciamis untuk mendukung Irfan Suryanegara. "Kami dikumpulkan pada Jumat jam delapan malam di Hotel Laut Biru. Di sana sudah ada Ketua DPC Ciamis Dedi Sopandi, anggota DPRD Jabar Irwan Koesdradjat, anggota DPRD Kab. Ciamis Yulianti dan Totong, Ketua DPC Banjar Budi, dan anggota DPRD Banjar Asep. Dari 15 DPAC yang hadir, hanya 5 orang yang memberi dukungan kepada Irfan," katanya.
Holidin dari PAC Pamarican Kab. Ciamis menuturkan, dalam pertemuan itu, dia menandatangani sebuah surat dukungan dan diberi satu lembar uang Rp 100.000,00. "Katanya sih itu sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Irwan Koesdradjat di dapilnya sini," ucapnya.
Lebih lanjut Iwan menegaskan, bakal membawa temuan itu ke Badan Kehormatan DPP PD di Jakarta. Pasalnya, dugaan politik uang yang terjadi itu, jelas-jelas melanggar kode etik politik.
Ketika wartawan mencoba mengklarifikasi hal tersebut, hanya Irwan Koesdrajat yang mau menjawab. Irfan dan Aceng yang dihubungi via telepon selulernya, enggan merespon. Kepada wartawan, Irwan membantah semua tudingan tersebut. Namun dia membenarkan jika pada Jumat malam dia, Irfan Suryanagara, beberapa anggota DPRD Ciamis dan Banjar, serta sejumlah ketua PAC dan DPC, berkumpul di Hotel Langit Biru, Pangandaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar