Kamis, 16 Februari 2012

Rubrik Ekonomi - Target Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Dikoreksi

Hardnews-JAKARTA-Rabu15 Februari 2012- "Untuk kondisi kita sekarang ini ada dampak dari krisis global. Wajar memang negara seperti Jepang, India, dan China sudah terlihat penurunan pertumbuhan ekonominya. Maka dari itu dampaknya diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkena," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Indikasi yang memungkinkan Indonesia terkena dampak krisis global, terlihat dari penelitian atau kajian multilateral pada Januari tahun ini. Pada Januari, IMF, World Bank dan ADB mengatakan pertumbuhan ekonomi kita sudah di kisaran 6,1% hingga 6,2%.

Agus mengungkapkan, pemerintah sedang memfinalisasi kajian untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Namun, pemerintah belum bisa mengumumkan koreksi itu karena terikat Undang-undang Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.

"Pertumbuhan ekonomi memang ada koreksi, tetapi tidak terlalu besar, karena kami mempunyai program perbaikan infrastruktur yang masih fokus dan berjalan, belanja pemerintah dan konsumsi. Hal tersebut merupakan kunci mempertahankan pertumbuhan ekonomi nantinya," tegasnya.

Sejauh ini sektor konsumsi domestik di Tanah Air masih berperan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi banyak dipengaruhi investasi sekitar Rp 250 triliun. “Mudah-mudahannya nanti akan lebih tinggi.” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar